Monday, November 5, 2018

Menikmati Keindahan Cahaya Surga dari Perut Bumi

Cahaya surga gua Gunung Kidul ini merupakan fenomena ray of light, lantaran lokasinya berada di kedalaman 90 meter dari permukaan tanah, hingga membuat pemandangan cahaya ini terkesan menakjubkan. Mulut gua Jomblang berbentuk vertikal dengan perhitungan jarak antara bibir gua dengan dasarnya beragam, kira kira paling sekitar 80 meter. Keindahan gua ini tidak kalah bagus dengan wisata gua Pindul dan  berbagai tempat wisata Gunung Kidul lainnya seperti pantai atau pun wisata air terjun.

 Data statistik menyatakan bawah Gua ini merupakan satu diantara dari ratusan hingga ribuan gua yang ada di kawasan karst Gunung Sewu. Asal mula gua Jomblang, terbentuk dari proses geologi ambles nya tanah diatas beserta vegetasi yang terjadi pada ribuan tahun lalu di permukaan tanah.


Sejak pegunungan sewu ditetapkan oleh badan PBB UNESCO sebagai salah satu anggota baru Global Geopark Network pada tahun 2015, hingga saat ini gua Jomblang ditunjuk sebagai icon goepark dunia. Peringkat nya sama dengan pulau Jeju di Korea dan Langkawi  di Malaysia. Namun jauh sebelum diresmikan, ekosistem gua ini sudah dikenal seluruh dunia, hal tersebut terbukti dipilihnya sebagai lokasi syuting Amazing Race Amerika pada tahun 2011 silam.

*Rute ke Goa Jomblang

Lokasi gua Jomblang Jogja yaitu di daerah Jetis wetan, kecamatan Semanu, kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Gua ini berjarak 10 kilometer dari pusat kota Wonosari, apabila dihitung waktu tempuh dari kota Yogyakarta ke lokasi wisata dapat ditempuh sekitar 1,5 jam perjalanan. Untuk mengunjungi wisata gua ini wisatawan dapat menggunakan transportasi pribadi maupun transportasi umum.

Sedangkan rute gua Jomblang Jogja yakni Yogyakarta-wonosari di jalan wonosari, lalu menuju arah Piyungan. Pertigaan piyungan ambil lurus melewati bukit bintang lalu bertemu dengan kecamatan Patuk masih lurus hingga bertemu simpang lima atau bunderan siyono Wonosari menuju kearah kota Wonosari. Setelah sampai kota Wonosari ambil lurus hingga sampai di kecamatan Semanu masih lanjut ke desa Pacarejo.

Dari jalan beraspal anda harus melanjutkan perjalanan melewati jalan makadam di desa dan ladang warga. Apabila anda bertemu dengan resort ditengah ladang, maka anda telah sampai di lokasi Gua Jomblang. Apabila kesulitan menemukan lokasi wisata, maka anda dapat menghubungi nomor telepon gua jomblang 0818-629-901.

* Jalur Masuk ke Gua
Terdapat empat jalur utama untuk sampai ke dasar gua yang biasa dilewati oleh para penjelajah alam. Jalur pertama yakni merupakan jalur paling mudah untuk dilalui, sering disebut dengan jalur VIP. Pada jalur ini 15 meter pertama melalui lintasan terjal dan masih bisa ditapaki oleh kaki.

Peralatan SRT lengkap harus dipersiapkan untuk menjamin keselamatan sampai dasar gua. Sisa jarak dengan dasar gua Jomblang dapat ditempuh menggunakan SRT, meluncur sejauh sekitar 20 meter menggunakan tali. Namun untuk ketiga jalur lainnya, jalurnya lebih sulit lantaran perlu menggunakan SRT sejak ketinggian 80 meter(jalur A), 60 meter(jalur B) dan 40 meter(julur C). Bagi penjelajah pemula direkomendasikan memilih jalur VIP dengan ketinggian 20 meter.


Apabila wisatawan sudah memiliki pengalaman memasuki gua vertikal, ketinggian gua vertikal merupakan sebuah tantangan tersendiri untuk memacu adrenalin, namun tetap memperhatikan faktor keselamatan. Diameter gua Jomblang yaitu 50 meter, dijelajahi pertama kali oleh Acintyacunyata Speleological Club pada tahun 1984, yakni kelompok penjelajah gua dari kota Yogyakarta.

Bagi wisatawan yang belum terbiasa, jalur yang dipakai untuk sampai ke dasar gua, akan merasa begitu melelahkan. Ditambah lagi dengan beberapa cerita cerita mistis mengenai Sejarah gua Jomblang dari para penjelajah yang pernah mengalami sendiri. Mungkin memasuki gua, merasakan gentar, namun begitu masuk kedalam segala sesuatunya akan berubah dengan perasaan senang menyaksikan keindahan gua Jomblang Gunung Kidul.

Ketika berada tepat di dasar gua, maka wisatawan dapat menemukan beberapa tumbuhan subur merimbun, pada dinding kapur gua yang ditumbuhi dengan tumbuhan peredu. Selanjutnya wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menyusuri lorong gua sebagai penghubung antara gua Jomblang dengan gua vertikal lainnya yakni gua Grubuk.

Menyusuri lorong tersebut lebih mudah dilalui, lantaran terdapat jalan setapak yang dibuat dari bebatuan disusun memanjang. Namun penjelajah tetap waspada karena jalan tersebut terlampau licin dan udara sekitar lorong yang lembab, sehingga menjadikan rintangan serius.


Setelah mencapai ke ujung lorong yang merupakan dasar gua, wisatawan dapat melihat panorama alam yang menakjubkan. Disana terdapat stalagmit gua Jomblang yang begitu besar berwarna hijau kecoklatan berdiri tegak di tengah dasar gua. Apabila wisatawan hendak mencapai lokasi dasar gua tepat jam 1 siang, akan mendapatkan pemandangan eksotis secara langsung dari sinar matahari yang menerobos masuk menembus kegelapan ke dasar gua Grubug Gunung Kidul. Sinar matahari tersebut menyentuh beberapa stalagtit dan stalagtit yang terbentuk tetesan air selama ratusan tahun

Di dasar gua Grub Jogja, terdapat aliran sungai yang bermuara di wisata kalisuci, terletak pada bagian sebelah utara dari stalagmit besar. Para pecinta jelajah dapat menggunakan transportasi perahu untuk menyusuri aliran sungai. Aliran sungai tersebut menghubungkan dasar gua Grubung dengan beberapa gua lainnya yang masih dalam kawasan pegunungan karst.


* Waktu terbaik kunjungan

Kebanyakan penjelajah gua Jomblang, berharap mendapatkan momen cahaya surga yang menembus ke dasar gua. Apabila momen tersebut yang anda cari, maka mulai lah caving pada pagi hari sekitar jam 09.00 WIB. Nah, kemunculan Ray of light sekitar jam 10.00 hingga jam 12.00 WIB. Semakin siang maka cahaya semakin menyebar dan memudar.

Cahaya Ray of light akan muncul setiap harinya, asal cuaca cerah dan sinar matahari tidak tertutup oleh awan mendung. Demi keselamatan, tinggalkan gua sebelum malam hari datang. Karena pada malam hari tidak ada satupun cahaya di dalam gua Jomblang Jogja.

Read More

Monday, July 10, 2017

Pagoda 9 tingkat di Pulau Kemaro - Sumsel


Pulau ini cukup unik karena terbentuk dari proses alam di Sungai Musi berpuluh tahun lampau, dimana tanah dan lumpur yang terbawa aliran Sungai Musi akhirnya berkumpul di muara sungai dan membentuk Pulau Kemaro tepat di titik pertemuan antara sungai dan laut. Untuk menuju ke sana, wisatawan harus naik perahu dan membelah Sungai Musi. Sepanjang perjalanan Anda akan disuguhi dengan rumah-rumah terapung dan kehidupan masyarakat Palembang yang tinggal di sepanjang sungai. Menurut penduduk tepian Sungai Musi pulau ini tidak pernah tenggelam ataupun terendam air meskipun dalam kondisi Sungai Musi yang pasang sekalipun.

Nuansa pecinan terlihat jelas dari bangunan yang ada. Di pulau ini memang terdapat kelenteng (pagoda) yang masih digunakan, khususnya ketika Cap Go Meh. Sebagian besar warga Palembang keturunan Tionghoa akan sembahyang di kelenteng ini. Kelenteng yang terletak di tengah pulau dan berdiri gagah merupakan bukti bahwa budaya Tionghoa tumbuh dan berkembang di Palembang. Di depan klenteng  yang didirikan sejak tahun 1962 di Pulau Kemaro terdapat makam Tan Bun An (Pangeran) dan Siti Fatimah (Putri) yang berdampingan. Kisah cinta mereka berdualah yang menjadi legenda terbentuknya pulau ini.

AKSES
---------
Dari Palembang, kamu bisa menyusuri Jalan RE Martadinata, terus ke Jalan Mayor Zen hingga Jalan Dr Sutami dan berhenti tepat di penyeberangan ke Pulau kemaro. Untuk menyeberang kamu butuh merogoh kocek Rp 50.000 untuk perjalanan pergi-pulang. 




Read More

Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban - Riau


Air Terjun ini diberi nama Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban karena jatuhnya air melalui tebing yang bertingkat tujuh dan mengalir ke aliran Sungai Kuantan. Ketinggian air terjun ini bervariasi untuk setiap tingkatannya, untuk air terjun tingkat pertama dan keempat mencapai ketinggian antara 5-15 meter.  Bahkan pada tingkat ke enam mencapai ketinggian sekitar 30 m lebih.

Air Terjun ini umumnya ramai dikunjungi pengunjung pada saat acara mandi Balimau yang digelar satu hari menjelang bulan Ramadhan. Pesona yang paling indah serta begitu luar biasa dari objek wisata Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban, akan kita saksikan setelah dapat mencapai tingkatan yang terakhir, yakni tingkat ketujuh. Terlihat sebuah pelangi indah, ketika kita berdiri dan melihat pemandangan air terjun kearah bawah. Konon menurut penuturan warga setempat, pelangi ini juga disebut dengan pelangi abadi dikarenakan tidak pernah hilang dan dapat disaksikan kapan saja ketika kita berkunjung kesana. Pelangi indah yang terdapat dilokasi Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban, akan selalu ada ketika matahari tengah bersinar dengan terik. Pasalnya pelangi tersebut, tercipta dikarenakan adanya hasil biasan cahaya matahari yang terbawa oleh partikel halus dari percikan air terjun yang tertiup oleh angin.

AKSES
----------
Berjarak sekitar 37 Km dari ibukota Teluk Kuantan.  Untuk sampai ke lokasi air terjun ini dapat ditempuh dengan kendaraan umum atau pribadi dari Teluk Kuantan menuju kecamatan Hulu. Selepas kota  Lubuk Jambi ibukota Kecamatan Kuantan Mudik (22 Km dari Teluk Kuantan) akan dijumpai persimpangan jalan, bila ke kiri akan menuju Kiliran Jao, dimana air terjun Guruh Gemurai berada. Sedangkan bila mengambil arajh ke kanan sejauh 11 Km akan sampai ke Kota Lubuk Ambacang Ibukota Kecamatan Hulu Kuantan.  Waktu tempuh dari Lubuk Jambi menuju Desa Lubuk Ambacang adalah sekitar 20 menit berkendara  dengan kondisi jalan beraspal.

Perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan boat atau sampan bermesin (pompom) sejauh 4 km melalui aliran sungai ke bagian hulu dengan waktu tempuh sekitar 15 menit.  Boat ini dapat ditemui di bawah sekitar jembatan atau pun di Pasar Lubuk Ambacang dengan harga sewa Rp150 ribu. Setelah melewati bukit dengan kemiringan antara 45 derajat hingga 70 derajat dan Pulau Tempurung (bentuknya melengkung seperti tempurung) akhirnya sampailah ke lokasi Air Terjun Tujuh Tingkat Batang koban.


Read More

Wednesday, May 17, 2017

Pulau Dodola, Pulau Surga di Morotai-Malut

Pulau Dodola di Maluku Utara, layak disebut sebagai surga. Pulau ini terdiri dari Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola Kecil. Kedua pulau ini hanya tersambung saat laut sedang surut dan membentuk jalan pasir. Unik! 


Pulau Dodola ini dikelilingi oleh hamparan pantai pasir putih yang sangat luas yang menghubungkan pulau Dodola Besar dan Dodola Kecil . Letak Pulau Dodola adalah di Maluku Utara, di wilayah Morotai. Panorama alam sekitar dan airnya yang jernih sangat cocok untuk berenang dan menyelam. Pasirnya juga berwarna putih dan bersih. Selain cocok untuk berenang, kegiatan lainnya seperti menyelam dan berjemur juga menyenangkan.

Pulau Dodola juga menjadi tempat favorit snorkling dan diving. Keindahan bawah lautnya tidak kalah menawan, tercatat ada 13 titik penyelaman di tempat ini. Tidak hanya itu saja, terdapat beberapa kapal dan pesawat perang yang karam. Sebab, Morotai pernah menjadi tempat peperangan antara Jepang dan sekutu pada Perang Dunia ke-2.

Pulau Dodola memang layak disebut sebagai surga. Pulaunya yang tidak terjamah tangan usil manusia, menjadikan tempat ini begitu cantik. Ayo berkunjung ke Pulau Dodola dan banggalah menjadi warga Indonesia dengan kecantikan alam yang melimpah!

AKSES
---------
Untuk menuju ke pulau Dodola dari kota Ternate ada tiga rute dan alternatif transportasi yang dapat digunakan.
~ Dengan pesawat cessna dengan keberangkatan Ternate-Morotai, Kemudian dilanjutkan dengan menyewa speed boat dari kota Daruba Morotai menuju pulau Dodola.
~ Dengan menggunakan kapal dari pelabuhan Ahmad Yani Ternate, dan juga dilanjutkan dengan menyewa speed boat menuju Pulau Dodola.
~ Dengan cara naik kapal ferry atau kapal cepat dari kota Ternate menuju Sofifi di Pulau Halmahera, lalu dilanjutkan dengan travel menuju kota Tobelo kemudian dilanjutkan dengan speedboat atau kapal cepat selama 2 jam menuju Morotai.


TIPS
------
1. Siapkan dana yang cukup untuk mengunjungi Pulau ini
2. Selalu jaga kebersihan dan jangan buang sampah sembarangan
3. Jangan lupa untuk menggunakan lotion anti nyamuk, karena di Dodola kecil terdapat cukup banyak nyamuk

Read More

Monday, May 8, 2017

Coban Sewu - Air terjun eksotis di dua daerah


Coban Sewu ada juga yang menyebut Tumpak Sewu, atau Grojogan Sewu secara administratif terletak di aliran sungai Glidih yang menjadi perbatasan kecamatan AmpelGading Malang dan kec. Pronojiwo Lumajang.

Air Terjun Coban Sewu ini hampir mirip dengan Air Terjun Coban Pitu di Pujon Malang. Namun yang membedakan adalah jumlah sumber mata air di Air Terjun Tumpak Sewu ini jumlahnya lebih banyak, itu juga yang menjadi alasan kenapa air terjun ini dinamakan Coban Sewu karena jumlah sumber mata airnya yang sangat banyak.

Coban Sewu terbilang wisata yang cukup ekstrim, dibutuhkan kehati-hatian dan ketelitian saat ingin mendekatinya kebawah. Karena pernah memakan korban jiwa saat menuruni tebing. Selain itu wisata ini sangat cocok bagi Kamu yang hobi berpetualang.


AKSES
----------
Kamu dapat start dari Kota Malang dg estimasi waktu 2 jam 30 menit melalui Bululawang - Dampit - Tirtomoyo - Pronojiwo, kemudian setelah di tugu perbatasan antara Kabupaten Lumajang dan Malang ±100mtr sebelum tugu tersebut ada gang turun pada kiri jalan dari arah Lumajang.

Lurus saja sampai sungai, lalu motor diletakkan di gubuk penambangpasir. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri sungai ±200meter, baru setelah itu kamu akan menemukan air terjun ini.

TIPS
-----
¤ Pakailah sepatu/sendal traking yess biar ga kepleset
¤ Sebaiknya bawa guide lokal
Read More

Thursday, April 6, 2017

Alif Stone - Surga Batu di Natuna


Bagi sebagian orang nama Alif Stone Park mungkin masih terdengar asing khususnya orang Indonesia sendiri, padahal wisatawan mancanegara dari Singapura dan Australia yang menggunakan kapal yacht sering datang ke Natuna.

Nama Alif sendiri terkesan unik untuk sebuah tempat. Pemberian nama tersebut berasal dari sebuah batu yang berdiri tegak layaknya bentuk huruf hijaiyah Alif, dan itu merupakan batu satu-satunya dari sekian banyak yang terdapat pada kawasan Alif Stone Park di Kepulauan Natuna.

Pada mulanya pantai dengan batu-batuan yang berserakan ini hanyalah tempat biasa, kemudian sejak 2008 dimulailah gagasan untuk mengelola lokasi ini.


AKSES
---------
Untuk menuju ke lokasi ini menghabiskan waktu kurang lebih setengah hari dari ibu kota Provinsi Kepulauan Riau, menggunakan transportasi laut berupa kapal feri. Tetapi sangat dekat dari Kota Ranai, paling hanya memakan waktu 10 sampai dengan 15 menit perjalanan darat. Alif Stone Park terletak di Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, sekitar 10 km dari Kota Ranai.

NOTES
----------
Taman Batu Alif atau yang lebih dikenal dengan Alif Stone Park selalu ramai dikunjungi saat sore hari. Meski belum terlalu banyak fasilitas wisata yang bisa dinikmati namun melewati sunset di antara bebatuan dan pasir pantai yang putih sangat cocok bagi fotografer maupun traveler yang ingin menikmati suasana sore.
Pemandangan pantai yang eksotis berpadu dengan batu-batu granit di pesisir pantai, air laut yang jernih beserta kekayaan biota serta berbagai hal unik yang terdapat di Alif Stone Park mampu membuat siapa saja ingin kembali lagi setelah mengunjungi tempat ini.

Tidak perlu merogoh kocek untuk bisa masuk ke Alif Stone Park di Natuna karena tidak pakai tiket alias gratis.  Dan terima kasih kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna yang sudah mengundang saya ke sini untuk mengeksplor salah satu keindahan Natuna.
Read More

Wednesday, April 5, 2017

Telaga Biru Cisoka, Wisata Cantik di Banten

Ada fenomena baru di Kabupaten Tangerang, yakni sebuah telaga dengan air berwarna biru kehijau-hijauan di Cigaru, Kecamatan Cisoka. Fenomena tersebut tak ayal membuat heboh warga se-antero Tangerang. Hal ini membuat Cigaru diserbu ribuan masyarakat Tangerang, bahkan luar Tangerang.


Danau biru atau telaga biru ini sebenarnya berasal dari bekas galian tanah/pasir yang yang dalamnya +- 50M dan tergenang oleh air. Setelah 2 tahun ditinggalkan, menurut warga setempat air genangan dari telaga ini bisa berubah-rubah warna sendiri, dari Biru, bening hingga kehijauan.



AKSES
----------
Tidak begitu sulit akses untuk menuju lokasi ini. Dari arah Tangerang Kota tempat ini bisa diakses melalui jalan Pemda Tigaraksa s/d bunderan Tiga raksa belok kanan arah cisoka +- 7KM.

Sampai ketemu Plang SMPN 1 Cisoka masuk ke kiri ikuti petunjuk. Jarak dari jalan raya ke lokasi sekitar 2KM. Sedangkan kalau dari arah Balaraja bisa melalui Jalan Cisoka Balaraja, Pertigaan setelah Polsek Cisoka belok kiri +- 700M hingga ketemu Plang SMPN 1 Cisoka.


TIPS
-------
•> lokasi ini berdekatan dengan galian tanah, sehingga cukup rawan longsor. Hati-hati yaaa
•> jangan lupa selalu jaga kebersihan. 
•> Air nya mempunyai ph Asam jadi tidak baik untuk di minum langsung
•> Cukup dalam 15 meter, tidak disarankan berenang


Read More

Wednesday, February 8, 2017

Gerbang KOMODO (Gili Lawa) - NTT

Semua orang sudah hampir mengenal Pulau Komodo – Gili Lawa. Jika wisatawan menuju Pulau Komodo dan sampai di pintu gerbangnya, pasti wisatawan akan berdecak kagum. Yah, itulah Gili Lawa yang merupakan pintu gerbang menuju Taman Nasional Komodo. Pulau ini tak berpenghuni yang terletak di Sumba Timur Nusa Tenggara Timur (NTT).


Gili Lawa terbagi atas dua yaitu Gili Lawa Darat dan Gili Lawa Laut. Lokasi kedua gili ini bersebrangan. Gili Lawa Darat berada di antara Gili Lawa Laut dan Pulau Komodo.

Pulau ini dipenuhi hamparan savanna, yang apabila musim hujan padang savanna ini akan berwarna hijau dan akan menguning saat memasuki musim kemarau. Untuk melihat keindahan yang lebih, wisatawan harus trekking dulu menuju puncak yang membutuhkan waktu sekitar setengah jam dengan jalur yang cukup menguras tenaga, disarankan untuk menggunakan sandal dan sepatu lapangan.

Sesampainya di puncak, kelelahan wisatawan akan terbayar dengan suguhan pemandangan yang begitu menakjubakan, terdapat bukit-bukit yang hijau, laut dan langit yang biru menjadi satu membentuk sebuah keindahan.

AKSES
---------
Untuk sampai dipulau Gili Lawa ini kalian bisa menyewa kapal yang ada di Labuan bajo, alangkah baiknya kalian melakukan reservasi terlebih dahulu.

Dengan menyewa perahu/ boat bisa ditempuh -/+ 30 menit dari Labuan Bajo. Biayanya sekitar 600 ribu kalo belum ada kenaikan.

Untuk sampai di puncak Gili Lawa kurang lebih 2 jam trekking.

Perjalanan memakan waktu sekitar 3 jam (Jakarta-Denpasar 1.5 jam dan Denpasar-Labuan Bajo 1.5 jam) 

TIPS
------
Bawa air minum, kondisi harus fit karena medan yang dilewati lumayan turun naik bukit tapi jangan kuatir walaupun perjalanan lumayan menguras keringat tapi pemandangan di sepanjang jalan menuju puncak ga kalah dasyatnya dan kalian bakalan speechless dibuatnya. 
Dan yang pasti jangan buang sampah sembarangan, disana bersih banget dan indah. 
Banyak paket perjalanan yang menawarkan dengan beragam harga dan destinasinya


Read More

Pesona Bukit Pelalangan - Madura

Pada pertengahan bulan Pebruari 2015, ada salah satu obyek wisata di kabupaten Bangkalan yang mulai booming!. Warga yang bekerja di sana menyebutnya sebagai “Bukit Pelalangan”. Mungkin Anda semua akan bertanya-tanya, memang warganya bekerja sebagai apa? Ada apa di sana? Dan akan banyak pertanyaan lainnya

Bukit Pelalangan atau Bukit Arosbaya adalah bekas tambang batu kapur yang telah lama ada dan sampai sekarang dijadikan warga sekitar untuk menambang batu bahan bangunan. Sisa pahatan tidak sengaja membentuk sebuah relief yang ciamik.


Warna Bukit Pelalangan berbeda dengan bukit lainnya, bukitnya berwarna emas kecoklatan. Walaupun Bukit Pelalangan Arosbaya merupakan bukit tambang batu kapur, bukan berarti tempat ini panas, justru sebaliknya. Di Bukit Pelalangan ini ditumbuhi banyak tumbuhan paku dan dikelilingi pepohonan rindang yang sangat sejuk. Bukit ini berada di Desa Berbeluk, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan - Madura.

Seperti di belahan 'dunia lain' ya.. 

AKSES
----------
Dari Kota Bangkalan kemudian kecamatan Arosbaya. Setelah tiba di Arosbaya ikuti petunjuk jalan menuju Pesarean Aermata di Arosbaya. Semua orang pasti sudah tau lokasi ini, karena Pesarean Aermata adalah makam raja-raja Madura jaman dahulu yang hingga sekarang masih dikeramatkan dan hormati.

Nah kalo sudah sampai di gerbang pesarean lihat di sebelah kanan, ada jalan yang sangat kecil, hanya cukup untuk 1mobil saja. Masuk saja ke jalan itu menembus rumah penduduk sampai keluar ke semak-semak tidak lama sudah kelihatan tambang kapurnya disebelah kanan.


TIPS
-------
Datanglah saat matahari masih bersinar, cahaya matahari yang menyorot ke batu sangat berperan memberikan tekstur 3D, jadi dinding batu tampak berkilau kemerahan dengan relief yang tampak unik.

Jangan lupa bawa balik sampahnya & antivandalisme gaess..
Selamat traveling!!!


Read More

Wednesday, December 14, 2016

DANAU LABUAN CERMIN, BERAU - Danau 2 Rasa

Danau labuan Cermin adalah sebuah danau super jernih yang mempunyai dua kandungan air di dalamnya, yaitu air tawar dan air asin.

Kedua air ini tidak pernah tercampur satu sama lain, air asin yang terletak di bagian bawah tidak pernah naik ke permukaan melewati air tawar yang melindunginya.
Danau labuan cermin sendiri terdapat 2 jenis peghuni, yaitu  hewan air tawar di bagian atas dan terdapat jenis ikan air asin dan terumbu karang di bagian bawah danau. Untuk menikmati keindahan bawah air danau labuan cermin disana juga ada penyewaan alat snorkling.

Danau dua rasa ini terletak di desa Labuan Kelambu, Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau, kalimantan Timur.

AKSES
---------
🔹Untuk mencapai kecamatan Biduk-biduk dibutuhkan waktu sekitar 6-7 jam perjalanan darat dari Kota Tanjung Redeb.
🔹Dari terminal lama Tanjung Redem naik angkutan umum (Avanza, Kijang, Xenia) jurusan Tanjung Redeb - Biduk-Biduk, turun di Labuan Cermin.

TIPS
------
🔹Bagi yang ga bisa berenang bisa menyewa pelampung disana.
🔹Bawa pakaian ganti ya buat menyelam melihat keindahan di dalam airnya.
🔹Bagi yang takut cukup melihat dari atas permukaan air saat berperahu keliling danau.

Atur JADWAL sekarang..






Read More